Perbandingan yang Dimiliki oleh Genset 1 Phase dan 3 Phase

Di era yang serba canggih sekarang ini, keberadaan genset di rumah-rumah merupakan hal yang lumrah. Genset merupakan benda yang dapat menghasilkan cadangan energi listrik ketika pemadaman listrik terjadi. Selain dapat digunakan pada saat pemdaman listrik, genset dapat pula digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik tambahan bagi rumah atau bangunan yang membutuhkan energi listrik berlebih. Alat penghasil energi listrik ini dihadirkan menjadi 2 jenis, yakni genset 1 phase dan genset 3 phase. Kedua jenis genset ini memiliki perbedaan yang amat jelas. Perbedaan kedua genset dapat dilihat dari besar tegangan, nilai cosphi dan alternator yang digunakan oleh masing-masing genset. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai perbedaan yang dimiliki oleh kedua jenis generator set. Perbedaan diantara kedua jenis generator set ini penting untuk kita ketahui agar tidak salah memilih genset. Kita dapat memilih genset berdasarkan dengan kebutuhan dan spesifikasi yang dimilikinya.

Genset 1 phase dikenal pula dengan sebutan genset fase tunggal. Generator jenis ini dilengkapi dengan dua buah kabel pengeluaran. Kabel pengeluaran pada ganset disebut dengan kabel netral dan kabel phase. Pada alat penghasil energi listrik 1 phase, kumparan yang dimilikinya berjumlah satu buah. Kumparan pada genset dihubungkan secara seri. Besar tegangan yang dimiliki oleh genset biasanya sebesar 220 volt. Besar tegangan pada tegangan netral tidak bernilai 0 volt. Besar tegangan netral dapat berubah-berubah sesuai dengan tegangan yang ada pada kabel phase. Meskipun demikian, kedua kabel pada genset tetap memiliki selisih tegangan sebesar 220 volt. Hal ini membuktikan bahwa tegangan listrik dapat kita temukan di kabel netral dan kabel phase. Untuk nilai cosphi pada generator set 1 phase, besaran cosphi pada genset ini sangatlah baik. Nilai cosphi yang dimiliki oleh genset ini adalah satu sehingga jumlah daya nyata dan daya aktif memiliki nilai yang serupa. Dengan nilai cosphi dan besaran daya yang dimilikinya, generator dengan 1 phase ini mampu memenuhi kebutuhan energi listrik untuk dua buah rumah.

Jika generator set dengan 1 phase hanya memiliki dua buah kabel pengeluaran, genset 3 phase memiliki 4 buah kabel pengeluaran. Keempat kabel pengeluaran tersebut dikenal dengan nama kabel phase R, kabel phase S, kabel phase T dan kabel netral. Kumparan yang ada pada genset berjumlah tiga buah dan dapat menghasilkan output voltage atau tegangan keluaran sebesar 380 volt. Keempat kabel keluaran pada genset diberi simbol R, S, N dan T. Potensial tegangan yang dimiliki oleh kabel netral dan kabel phase pada genset ini memiliki selisih sebesar 220 volt. Jika tegangan kabel netral pada genset 1 phase tidak bernilai 0, maka tegangan kabel netral yang ada pada genset 3 phase adalah 0. Nilai copshi pada genset ini dibawah satu. Akibatnya, genset 3 phase memiliki tiga macam daya yang berbeda. Daya pada genset ini dikenal dengan nama daya nyata, daya aktif dan daya reaktif. Nilai cosphi yang biasanya dimiliki oleh generator set 3 phase adalah 0,8. Besar daya yang dapat digunakan melalui genset ini adalah 80 %. Karena memiliki kabel pengeluaran yang lebih banyak daripada generator 1 phase, genset 3 phase dapat mengeluarkan daya tiga kali lebih besar. Tak mengherankan jika genset ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik beberapa rumah tangga.

Istilah Penting yang Berkaitan dengan Genset 1 Phase

Pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak menjadi peristiwa yang merugikan bagi mereka yang mengalaminya. Jika kita mengalami peristiwa tersebut, ada banyak kegiatan yang tidak dapat kita selesaikan dengan baik. Aktifitas akan terganggu dan dapat merugikan secara finansial. Jika pemadaman listrik terus-terusan terjadi, langkah tepat yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan keberadaan genset. Genset merupakan benda yang dapat menghasilkan energi listrik. Benda ini tidak hanya dapat digunakan ketika pemadaman listrik terjadi tetapi juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi listrik tambahan. Di pasaran, genset 1 phase menjadi jenis genset yang banyak dimanfaatkan. Tidak hanya memiliki beberapa kelebihan, genset ini mampu memenuhi kebutuhan energi listrik yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jika kita perhatikan dengan seksama, ada beberapa istilah yang dapat kita temukan pada genset ini. Dengan pemahaman akan istilah tersebut, kita nantinya dapat dengan mudah mengoperasikan generator set 1 phase ini.

Kawat lilitan menjadi istilah pertama yang dapat kita temukan pada genset 1 phase. Kawat lilitan yang dimiliki oleh mesih genset terbuat dari alumunium dan tembaga. Dari kedua jenis bahan kawat lilitan ini, tembaga menjadi bahan penghantar listrik yang amat baik jika dibandingkan dengan alumunium. Istilah lainnya yang ada pada genset adalah panel AMF dan panel ATS. AMF atau Automatic Main Failure merupakan fitur yang dapat kita gunakan untuk mematikan dan mematikan mesin genset secara otomatis. ATS atau Automatic Transfer Switch merupakan fitur transfer daya yang berasal dari PLN menuju pada daya genset. Untuk menyalakan genset, ada dua cara yang dapat kita lakukan. Cara pertama adalah dengan menggunakan sistem recoil dan elektrik starter. Genset dengan sistem recoil dapat dihidupkan jika kita menarik tuas yang ada pada mesin genset. Elektrik starter merupakan cara menghidupkan genset yang mudah karena kita hanya perlu menekan tombol yang ada pada mesin generator set. Rated output dan max output menjadi istilah lainnya yang dimiliki oleh genset dengan 1 phase. Max output menjadi besaran daya yang keluar dari genset ketika mesin dinyalakan untuk pertama kalinya. Untuk beberapa saat, daya akan menurun dan dikenal dengan rated output atau daya rata-rata. Satuan untuk daya ini adalah kVA atau watt. Jika kita ingin membeli genset, kita harus memperhatikan rated output dan mengesampingkan max output.

Untuk bahan bakar genset 1 phase, ada beberapa jenis bahan bakar yang dapat kita gunakan. Bahan bakar genset ini terdiri dari bensin, solar dan gas. Bahan bakar bensin dapat digunakan pada genset dengan kapasitas 500 watt hingga 15.000 watt. Genset tipe open dan silent menjadi tipe genset yang dapat menggunakan bahan bakar bensin. Genset yang menggunakan bahan bakar bensin akan mengeluarkan suara yang halus ketimbang genset dengan bahan bakar solar. Meskipun begitu, kita harus mengeluarkan dana yang lebih besar jika menggunakan bensin sebagai bahan bakar pada genset. Bahan bakar solar sangat tepat digunakan pada genset dengan daya 3.000 watt hingga ribuan kilo watt. Efisiensi kerja dari bahan bakar ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan bensin. Genset dengan torsi besar sangat cocok menggunakan solar sebagai bahan bakarnya. Efisiensi bahan bakar yang paling baik dimiliki oleh bahan bakar gas. Lama kerja bahan bakar ini tergantung pada ukuran tabung gas yang digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *